Makna Lagu 'Gurun Hujan' Karya Juicy Luicy, Mengajarkan Tentang Kata Ikhlas dan Perpisahan Meski Terasa Pahit
--
Makna Lagu 'Gurun Hujan' Karya Juicy Luicy
Judul "Gurun Hujan" sendiri merupakan sebuah majas oksimoron yang menggambarkan kontradiksi ekstrem. Mengharapkan hujan lebat turun di tengah gurun pasir yang gersang adalah hal yang sangat langka dan hampir mustahil, sama seperti mengharapkan kesempatan untuk bersatu atau sekadar bertemu kembali dengan dia.
Baca: Baca Manga Gal Yome no Himitsu Chapter 61 Bahasa Indonesia, Fuyuki Menahan Hasrat Tak Terbendung
Lagu ini sangat erat kaitannya dengan fenomena di mana sebuah hubungan telah benar-benar selesai. Meskipun dua orang tinggal di kota yang sama, melewati jalan yang sama, atau hanya berjarak dekat, mereka tidak akan pernah berpapasan lagi karena takdir dan waktunya sudah habis.
Lewat potongan lirik "Perang yang tak mungkin kumenangkan", tokoh dalam lagu ini sadar bahwa berjuang untuk mengembalikan keadaan atau memaksakan pertemuan adalah hal yang sia-sia. Ia tahu dirinya telah kalah oleh keadaan dan takdir.
Ketika menyadari bahwa pertemuan langsung tidak lagi memungkinkan atau justru memicu ketakutan, ia memilih untuk mundur. Rasa rindunya dialihkan dengan cara yang pasif, yaitu cukup dengan melihat senyuman sang mantan kekasih dari kejauhan atau melalui media sosial.
Lirik "Apa akan ada waktunya? Apa sudah habis masanya?" menggambarkan pergolakan batin seseorang yang terjebak di fase antara ingin melangkah maju (move on) tetapi masih menyimpan sedikit harapan kecil di sudut hatinya.
Jadi bagaimana, apakah kamu sebagai generasi muda merasa relate dengan lagu ini? Jangan lupa dengarkan lagunya, ya!